ANALISIS KONDISI EKONOMI DAN KELUARGA SEBAGAI MODAL PENTING BERMASYARAKAT PADA MASA PANDEMI DI DESA KUTARAJA KECAMATAN MALEBER KABUPATEN KUNINGAN
Keluarga dan ekonomi merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan sama sekali terutama didalam bermasyarakat. Ekonomi terkadang bisa menjadi salah satu faktor yang dapat merusak ketentraman berumah tangga. Ekonomi dalam hal ini adalah kemapanan finansial suatu keluarga. Sebelum jauh menganalisis kondisi ekonomi dan keluarga khususnya di desa kutaraja kecamatan maleber kita perlu mengulas beberapa dasar dari Ekonomi dan Keluarga.
Disetiap belahan dunia dengan berbagai aneka ragam budaya dan sistem sosial, Keluarga adalah unit yang paling terkecil dan terpenting di suatu sistem bermasyarakat. Keluarga merupakan warisan umat manusia yang terus dipertahankan keberadaannya dan tidak lekang oleh perubahan zaman. berbagai perubahan oleh faktor perkembangan zaman tentu saja mempengaruhi corak karakteristik keluarga, namun substansi keluarga tidak aklan terhapuskan (Lestari, 2016)
Berkembangnya suatu desa ataupun negara sekalipun ditinjau dari keluarga yang sejahtera. Maka dari itu, pentingnya pemahaman suatu keluarga terhadap hak dan kewajiban suami istri dan juga pendidikan anak serta kemapanan finansial harus diutamakan. Melihat potensi yang ada didesa atau dimana suatu keluarga itu berada dapat menjadi acuan untuk berusaha secara maksimal dalam pengembangan suatu desa terutama di desa kutaraja, kecamatan maleber.
Desa Kutaraja berada di Kecamatan maleber, kabupaten Kuningan dengan berbagai potensi desa yang dimiliki yaitu dari segi potensi pertanian berupa sawah dengan luas 88,725 HA/M2 dan juga perkebunan seluas 7 HA/M2 dan juga dari segi potensi prasarana dan sarana berupa sarana peribadatan 1 masjid dan 17 mushola atau langgar, sarana olahraga, sarana kesehatan, sarana pendidikan berupa 2 SD, 1 TK, 2 Tempat Bermain Anak, 3 lembaga pendidikan anak, dan 1 Perpustakaan Desa. Segala potensi yang ada di desa jika digunakan dan diupayakan dengan baik mampu mendorong stabilitas ekonomi dan juga ketahanan keluarga secara umum.
Melihat kondisi pada saat ini, adanya pandemi yang terjadi bukan hanya di Indonesia namun pandemi ini berhasil bergerak diberbagai negara di dunia. Tentu, berdampak diberbagai sektor kehidupan mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, sosial, politik dan juga dalam ketahanan keluarga. Dalam sektor ketahanan keluarga menjadi hal penting yang perlu diutamakan terutama dikabupaten kuningan. Data yang didapat dalam kasus perceraian di kabupaten kuningan selama pandemi mengalami ledakan kasus pada bulan Juni 2020 sebanyak 388 kasus perceraian walaupun menurut Drs. H. Zulkifli, S.H M.H, Hakim Pengadilan Agama Kuningan perubahan jam operasional pada masa pandemi yang dibatasi menjadi normal kembali namun ini menjadi sorotan penting ketika kita melihat angka-angka perceraian yang terjadi. (Kuninganmass.com)
Analisis kondisi ekonomi dan keluarga pada masa pandemi di desa kutaraja kecamatan maleber dilakukan melalui wawancara bersama sekretaris desa kutaraja, Zaenal Mustopa menyampaikan bahwa "alhamdulillah didesa kutaraja tidak ada kekerasan keluarga dan ekonominya stabil karena pandemi covid-19 dan kondusif namun dampak yang terjadi dapat dirasakan juga oleh masyarakat. Terkait dengan kasus perceraian didesa kutaraja tidak ada yang sampai terjadi seperti itu karena pandemi covid-19. Kasus perceraian yang biasa terjadi bermasalah karena faktor keimanan, dimana kalau tidak kuat iman masalah kecil dibesar-besarkan". Masyarakat di desa kutaraja masih menjaga nilai keimanan dan ilmu keagamaan yang menyebabkan kasus kekerasan rumah tangga atau kasus perceraian hampir tidak ada di desa kutaraja.
Disamping itu, mushola dan masjid yang ada di desa kutaraja selalu aktif dan diisi oleh kegiatan-kegiatan keagamaan, baik itu majelis ta'lim ibu-ibu dan bapak-bapak serta kajian keagamaan remaja desa kutaraja. Majelis ta'lim setiap masjid dan mushola mempunyai jadwal rutin dan setiap pekannya memiliki pembahasan yang ringan dan mampu dipahami sehingga majelis ta'lim ini dirasakan manfaatnya dan dipraktekan sedikit demi sedikit oleh masyarakat.
Dampak ekonomi yang dirasakan juga sangat berpengaruh besar terhadap pendapatan suatu usaha. Seperti yang terjadi oleh salah satu pengusaha yang sering memasarkan produknya keluar kota. Beliau menyebutkan "selama pandemi covid-19 tidak banyak yang terjual produknya bahkan sampai tidak satupun terjual dibandingkan hari-hari normal sebelum pandemi karena pembeli biasanya datang dari luar kota untuk sekedar membawa cindramata khas maleber sedangkan 3 bulan kemarin tidak ada pendatang luar kota yang keluar atau masuk desa kutaraja.
Bantuan dari berbagai pihak semasa pandemi juga membantu masyarakat. Pembagian bantuan sosial tersebut dikelola oleh pihak desa dengan merata, meskipun bantuan sosial tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan hidup masyarakat. Bantuan yang diterima dari Provinsi Jawa Barat, Perindustrian Perdagangan (Perindag) Kab. Kuningan, dan masih banyak lagi.
Kondisi Keluarga dan Ekonomi semasa pandemi di desa kutaraja kecamatan maleber kabupaten kuningan kondusif dan tidak adanya dampak yang begitu segnifikan oleh masyarakat desa kutaraja. Kondisi Keluarga di desa kutaraja begitu tentram dikarenakan masih mempertahankan kajian keilmuan keagaman dengan dibuktikan masjid-masjid dan mushola didesa kutaraja yang aktif mampu mencegah permasalahan-permasalahan keluarga baik itu kekerasan dalam rumah tangga maupun sampai ke kasus perceraian.
Kondisi ekonomi dimasa pandemi memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pengusaha dan home industri dengan berkurangnya penghasilan. Masyarakat bermata pencarian sebagai petani dan PNS berjalan seperti biasanya dan hanya sedikit dampak yang dirasakan.

Leave a Comment